Perkumpulan Prodi Sejarah se-Indonesia

RAKER PPSI I DI UNDIP SEMARANG

22:49:48 , 14 Agustus 2018

 

PPSI RUMUSKAN KURIKULUM “BAKU”

PRODI SEJARAH INDONESIA

raker pengurus ppsi undip 

 

Semarang, 22 Januari 2017. Rencana tersebut dirumuskan pada Rapat Kerja Persatuan Program Studi se-Indonesia (PPSI) di Universitas Diponegoro, Semarang pada Sabtu, 22 Januari 2017. Dr. Dhanang Respati Puguh, Ketua PPSI periode 2016-2018 menyatakan bahwa rapat kerja dilakukan selain untuk memperkuat internal organisasi juga sebagai respon terhadap perkembangan yang berkaitan dengan kurikulum dan pengajaran sejarah di Indonesia.

 

Senada dengan hal itu, Dr. Purnawan Basundoro, selaku Ketua I, menyatakan bahwa PPSI perlu untuk membuat penyeragaman capaian pembelajaran (Learning Outcome) yang telah menjadi amanah Konggres di Makassar. Capaian pembelajaran tersebut perlu untuk menentukan standar pembelajaran sejarah di Indonesia, tuturnya. Dr. Sri Margana, Ketua Divisi Kerjasama menyatakan bahwa hal ini terutama melihat perkembangan kurikulum program studi Sejarah di Indonesia yang tidak seragam. Penyeragaman ini dilakukan untuk menyusun standar minimal kurikulum, tanpa mengurangi kreativitas program studi untuk memiliki unggulannya masing-masing, lanjutnya.

 

Untuk memperkuat gagasan tesebut, PPSI merasa perlu untuk membentuk divisi baru, yakni Divisi Akademik, yang bertugas untuk menyusun capaian pembelajaran bagi penyelenggaraan program studi Sejarah Indonesia. Mereka yang duduk menjadi tim pada divisi ini adalah, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono (Undip, Semarang), Prof. Dr. Wasino (Unnes, Semarang), Nur Hasan Kamal, M.A. (UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta), dan Y.R. Subakti, M. Pd. (USD, Yogyakarta). Divisi ini bertugas untuk memasok konsep kurikulum sebagai bahan pembahasan pada pertemuan berikutnya. 

 

Dr. Dhanang menyatakan, PPSI akan segera mendaftarkan diri ke Dirjen Pendidikan Tinggi agar memiliki legalitas formal. Pada masa-masa yang akan datang, pemantapan-pemantapan organisasi dilakukan melalui sosialisasi, seminar, dan penerbitan jurnal. Hal ini tidak hanya diperlukan untuk meneguhkan posisi PPSI secara nasional, tetapi juga meneguhkan organisasi ilmu sejarah sebagai sebuah disiplin yang bergengsi, lanjutnya.

 

 

 


Komentar Pengunjung

Nama :
Email :
Website :
Komentar  
Masukan kode di bawah ini:
 Reload



~ Belum ada komentar