Perkumpulan Prodi Sejarah se-Indonesia

Judul Buku : Minyak Bumi dalam Dinamika Politik dan Ekonomi Indonesia 150-1960an
Pengarang : Purnawan Basundoro
Penerbit : Airlangga University Press
Tahun Terbit : 2017
Deskripsi singkat : Buku ini menceritakan pengelolaan minyak bumi di Indonesia pada periode 1950-a1960an, dengan pendekatan ekonomi dan politik. Minyak bumi adalah bahan tambang yang kedudukannya sangat krusial karena dibutuhkan oleh hampir semua manusia di dunia namun memiliki cadangan terbatas. Sejak ditemukan pertama kali pada abad ke-19, dan berangsur-angsur menjadi bahan bakar utama, hampir semua mobilitas horisontal manusia ditentukan oleh keberadaan minyak bumi. Namun, karena tidak semua wilayah memiliki kandungan minyak bumi, maka kedudukan benda ini menjadi sangat strategis dan paling diburu. Antar negara tidak jarang berkonflik karena memperebutkan minyak bumi. Peperangan yang terjadi di beberapa negara salah satunya juga karena hal tersebut. Minyak bumi di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan berkaitan langsung dengan kolonialisme Belanda. Awal penemuannya adalah ketidaksengajaan yang dialami oleh seorang pemilik perkebunan tembakau di Langkat Sumatera Utara, Aelko Zijlker, pada 1883. Pada saat memeriksa perkebunannya, secara tidak sengaja ia menemukan lumpur hitam yang dari baunya diketahui sebagai minyak bumi. Dengan naluri bisnis yang dimilikinya, Zijlker kemudian mendirikan perusahaan pengeboran minyak dengan modal yang berasal dari Negeri Belanda. Berawal dari situasi seperti itu, pertambangan minyak di Indonesia berkembang pesat, dijalankan dan dikelola oleh perusahaan-perusahaan asing. Ketika Indonesia merdeka, upaya untuk mengambil alih kendali pengelolaan minyak bumi dari tangan perusahaan asing bukanlah hal mudah, dan membutuhkan perjuangan keras. Momentum tersebut baru terwujud pada dasawarsa kedua periode Indonesia merdeka. Selama periode 1950-1960an upaya untuk mengambil alih pengelolaan minyak bumi dari tangan perusahaan-perusahaan asing telah memunculkan dinamika yang khas dalam dalam situasi negara yang baru saja merdeka. Di sana ada semangat nasionalisme yang menyala-nyala, namun belum memiliki kemampuan yang cukup untuk mengelola pertambangan minyak, baik kemampuan teknik maupun kemampuan manajerial. Hanya dengan berbekal tekad yang membara pada akhirnya pengelolaan pertambangan minyak bisa dikuasai oleh bangsa Indonesia.