Perkumpulan Prodi Sejarah se-Indonesia

Judul Buku : YANG SILAM YANG PEDAS: Indonesia dan Belanda sejak Tahun 1600
Pengarang : Harm Stevens
Penerbit : Rijkmuseum Belanda
Tahun Terbit : 2017
Deskripsi singkat : Walaupun judulnya ada pedasnya, buku ini sama sekali tidak membahas sejarah cabai. Buku yang aslinya berjudul "Gepeperd verleden. Indonesia en Nederland" merupakan bagian dari seri buku mengenai sejarah bersama Belanda dan negeri-negeri yang didasarkan atas hubungan dagang atau hubungan kolonial. Buku ini awalnya diterbitkan oleh Bagian Sejarah dari Rijkmuseum Belanda. Edisi Indonesia diterjemahkan oleh Toenggoel P. Siagian, Theresia Slamet Katopo, dan Suwan Yang, dan diterbitkan oleh Rijkmuseum bekerja sama dengan Suara Harapan Bangsa. Buku ini termasuk buku sejarah yang unik karena dasar untuk menulis narasi berangkat dari benda-benda yang menyangkut hubungan Belanda dengan Indonesia yang tersimpan di Rijkmuseum Amsterdam Belanda. Pokok-pokok besar seperti penindasan kolonial, kekerasan, nasionalisme Indonesia, pergerakan kemerdekaan serta dekolonisasi digambarkan melalui benda-benda dimaksud. Dengan berdasarkan sebuah potret, bendera perjuangan, pakaian dinas, atau tameng Dayak, Harm Stevens sebagai penulis mengemukakan bagaimana pandangan masa silam selalu bergeser-geser. Ia juga memperlihatkan bagaimana gambaran masa silam dimanipulasi oleh moyang Belanda. Dengan memakai kacamata dan analisis yang tajam, benda-benda kecil memperoleh makna yang penting yang menggambarkan masa lalu hubungan Indonesia dengan Belanda. Buku yang cukup tebal ini, 258 halaman dicetak di kertas glosi, dilengkapi dengan berbagai foto menarik dari benda-benda koleksi Rijkmuseum, foto-foto surat kabar, dan lain-lain. Benda-benda dan foto-foto menjadi bahan pembahasan yang sebagian besar dianalisis makna-makna simbolik terkait dengan perjalanan dua bangsa, Indonesia dan Belanda sejak tahin 1600an. Harm Stevens penulis buku ini merupakan konservator sejarah di Rijkmuseum, yang telah menulis buku, antara lain mengenai ekspedisi militer di Hindia Belanda.