— Komunitas pengemudi ojek online menyampaikan pesan haru saat mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengakhiri masa jabatannya akibat mutasi di tubuh Polri. Para pengemudi menyebut sosok Irjen Agus lebih dari sekadar pejabat—ia dianggap sebagai bapak, panutan, dan sahabat yang memberi pengayoman kepada masyarakat.

Perpisahan itu meninggalkan kesan mendalam bagi perwakilan komunitas ojol dari berbagai daerah yang sempat berinteraksi langsung dengan Irjen Agus melalui program Polantas Menyapa.

Erna, anggota Keluarga Besar URC Bergerak dan Ojol Nusantara Provinsi DKI Jakarta, mengatakan dirinya terkejut dan sedih mengetahui berakhirnya tugas Irjen Agus sebagai Kakorlantas. Ia menyebut kehilangan sosok idola.

“Waktu yg baru kita rangkai akan terputus oleh waktu dan tugas. Sebagai pemimpin Bapak adalah sosok idola kami, sosok kebanggaan kami, sosok panutan kami yang bisa menjadi sahabat buat kami,” ujar Erna, Minggu (5/7/2026).

Erna menilai program Polantas Menyapa berhasil menjadikan komunitas ojol sebagai individu yang bermanfaat dan mempererat sinergi antara Polri dan pengemudi ojol.

“Program ini juga menyatukan kami dari berbagai daerah, program yg menjadikan semangat perjuangan bersama,” kata Erna.

Dianton, perwakilan Keluarga Besar Ojol Nusantara Provinsi Jambi, menyampaikan terima kasih dan rasa kehilangan serupa. Ia menilai Irjen Agus bukan hanya pemimpin di Korps Lalu Lintas, melainkan juga tokoh teladan yang membuka ruang persaudaraan antara polantas dan insan ojol di seluruh Indonesia.

“Bagi kami, Bapak bukan hanya seorang pemimpin di Korps Lalu Lintas, tetapi juga sosok panutan, sahabat, sekaligus keluarga besar yang telah membuka ruang persaudaraan antara polantas dan insan ojol di seluruh Indonesia,” ucap Dianton.

Menurut Dianton, program Polantas Menyapa berfungsi sebagai jembatan yang mempertemukan pengemudi ojol dan Korlantas dalam semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa saling memiliki.

Di tengah kesedihan atas berakhirnya masa jabatan, komunitas ojol menyimpan rasa bangga karena pernah bertemu dengan sosok pemimpin yang mereka sebut humanis, sederhana, dan penuh kasih.

Dianton menyampaikan harapan agar tali persaudaraan tidak putus meski jabatan telah berganti. Ia juga memohon maaf jika selama kebersamaan terdapat tutur kata atau sikap yang kurang berkenan.

“Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama kebersamaan ini terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan kami yang kurang berkenan di hati Bapak. Sesungguhnya semua itu bukanlah niat kami, melainkan kekhilafan sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan kekurangan,” ujar Dianton.

Komunitas ojol mengucapkan terima kasih atas bimbingan, arahan, nasihat, ilmu, dan perhatian yang telah diberikan Irjen Agus, serta berharap semua kebaikan yang ditanamkan menjadi berkah bagi beliau dan keluarga.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) Kakorlantas dari Irjen Agus Suryonugroho kepada Irjen Wibowo digelar di Lapangan NTMC Polri, Jakarta, Sabtu (4/7).