PPSI — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai tahapan pembebasan lahan untuk proyek jalan sejajar rel yang menghubungkan Pasar Minggu ke Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Sejumlah pemilik tanah menerima penawaran ganti rugi dan telah menjual asetnya, sementara sebagian lain memilih bertahan dan menolak nilai yang diajukan.
Proses sosialisasi pembebasan lahan telah berlangsung lama dan melibatkan pertemuan petugas kelurahan dengan warga. Di lapangan, kondisi pemilik lahan terbagi: ada yang rumahnya sudah dibongkar setelah mendapat pembayaran, dan ada yang masih menunggu kesepakatan harga.
Status Pembebasan Lahan
Lukman, 62 tahun, warga RT 12/RW 7, termasuk yang sudah menjual tanah dan bangunannya untuk keperluan pembangunan jalan. Dia menyatakan tidak keberatan menerima uang pengganti yang diberikan.
“Kemudian setelah datang, memang alasan utama sih untuk kepentingan umum ya. Jadi kita sebagai warga ya, karena alasan seperti itu ya nggak bisa apa-apa ya, karena untuk kepentingan umum,” ujar Lukman saat ditemui di lokasi.
Lukman menyebut rata-rata besaran uang pengganti berkisar Rp 8 juta per meter persegi untuk harga tanah, serta Rp 2 juta per meter persegi untuk komponen lain. Menurutnya, nilai penggantian bervariasi antarbidang tanah karena hasil survei dari pihak yang disebut MAPI.
“Variasi ya (harganya), variasi. Itu kan yang nilai MAPI katanya. Katanya kan MAPI itu pihak independen ya. Itu saya nggak tahu ya, surveinya itu berdasarkan apa gitu, sehingga ketika kita hadir di sana, tahu-tahu kita sudah dikasih amplop aja gitu. Tiap-tiap masing-masing bidang tuh beda-beda,” kata Lukman.
Sementara itu, Fitriyanto — yang akrab dipanggil Anto — memilih bertahan karena belum sepakat dengan harga yang ditawarkan. Dia menilai bangunannya layak dihargai lebih tinggi dibanding penilaian yang diberikan.
“Bangunan saya itu bangunan paling bagus di tempat, dari ujung Lebak sampai ini bangunan saya paling bagus, yang tingkat permanen. Disamain sama bangunan lama harganya, Rp 2 juta per meter. Disamain sama ini juga bangunan lama Rp 2 juta per meter. Ya saya rugilah,” ujar Fitriyanto.
Anto mengatakan telah mengajukan gugatan atas penetapan harga tanahnya ke pengadilan. Dia menyebutkan pengajuan surat dilakukan pekan lalu dan mengacu pada perpindahan proses pengadilan yang sempat berpindah lokasi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan proyek jalan sejajar rel di Pasar Minggu menjadi salah satu prioritas pemerintahan provinsi. Pramono menyinggung bahwa proyek tersebut telah berjalan bertahun-tahun dan berganti beberapa periode kepemimpinan gubernur.
“Saya termasuk yang berkali-kali diberi masukan yang berkaitan dengan jalan yang sejajar dengan rel kereta. Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu yang lewat BIN, itu kan sudah tujuh gubernur nggak selesai-selesai,” ujar Pramono usai meninjau pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat.
Ikuti PPSI
