PPSI — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, mengecam keras aksi pembakaran pesawat dan tindakan kekerasan terhadap awak pesawat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Djamari menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan meminta proses hukum berjalan secara tegas.
Pesawat milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY dilaporkan membawa tujuh penumpang ketika diduga dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pilot pesawat, Nicholas F Goselin, dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Menko Polkam menyatakan pemerintah memonitor penanganan yang dilakukan TNI, Polri, serta instansi terkait. Ia juga mengapresiasi kesigapan unsur yang terlibat dalam evakuasi jenazah.
Saat ini jenazah telah berada di RST Timika. Koops TNI Habema akan menyerahkan jenazah kepada PT AMA untuk diterbangkan ke Jakarta.
Djamari mendesak agar proses penyelidikan dan penegakan hukum dilakukan secara tegas. Ia turut mendorong upaya pengamanan penerbangan perintis untuk menjamin keselamatan masyarakat serta kelangsungan pelayanan publik.
“Pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan tindakan keji terhadap masyarakat maupun sarana transportasi udara yang menjadi urat nadi pelayanan bagi kehidupan masyarakat di Papua,”
Operasi Pengejaran dan Evakuasi
Koops TNI Habema melancarkan operasi pengejaran terhadap kelompok yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan pilot, yang dipimpin oleh Elkius Kobak.
Operasi dilaksanakan setelah evakuasi jenazah di lokasi penembakan. Proses evakuasi memakan waktu karena kondisi medan yang sulit dan faktor keamanan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan rinciannya: operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal, dan seluruh proses dilaksanakan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Ikuti PPSI
