— Viral sebuah video yang menampilkan iring-iringan massa pesilat menutup Jalan Semarang–Solo di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Kerumunan pada malam hari itu sempat menyebabkan kemacetan panjang.

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan kemacetan baru terurai setelah petugas melakukan pengamanan dan pengalihan arus.

Polisi Turun Tangan

Menurut Hengky, rombongan berasal dari perguruan PSHT yang baru saja menggelar pengukuhan di wilayah Ungaran. Setelah acara, massa melakukan perayaan yang mengakibatkan penutupan sebagian ruas jalan.

“Jadi itu macetnya karena rombongan PSHT baru ada kegiatan pengukuhan PSHT di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, terus mereka hura-hura menutup jalan,”

Petugas dari Polsek Banyumanik bersama personel lain dikerahkan ke sejumlah titik untuk mempercepat penguraian arus kendaraan. Hengky mengatakan polisi mengimbau peserta agar membubarkan diri dan mengarahkan sebagian rombongan untuk keluar dari jalur utama.

“Intinya, kami turun untuk mengawal. Kan macet karena menutup jalan. Kami usir sedikit-sedikit, terus kami sebar dua arah, ada yang turun, ada yang belok ke Pramuka,”

Durasi dan Lokasi Kemacetan

Kepadatan lalu lintas tercatat sejak Sabtu (4/7) malam hingga menjelang Minggu (5/7) pagi. Kemacetan meluas dari kawasan SPBU Bukit menuju Kecamatan Ungaran.

Hengky menyebut sebagian besar peserta iring-iringan masih berstatus pelajar dan datang dari berbagai daerah, antara lain Semarang, Demak, Bergas, Purwodadi, Boyolali, hingga Salatiga.

“Kami persuasif dengan baik, (bilang) ‘ayo adik-adik pulang. Sudah pagi, kasihan pengguna jalan yang lain’,”