— Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengerahkan tim teknis ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, menyusul kebakaran besar yang menimbulkan asap tebal dan menurunkan kualitas udara.

Pemantauan awal KLH menunjukkan konsentrasi partikel PM2,5 berada pada kategori berbahaya, dengan nilai melebihi 1.000 mikrogram per meter kubik. Untuk keselamatan, KLH juga memberlakukan pembatasan akses pada area tertentu.

Tim yang diterjunkan terdiri atas pejabat dari Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, serta Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3).

Dalam pernyataan resmi, Biro Hubungan Masyarakat KLH menyatakan, “Kami memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya terhadap dampak asap dan penurunan kualitas udara. Sebagai bentuk respons cepat, KLH/BPLH telah menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan, mengawal proses mitigasi, dan memastikan penanganan berjalan sesuai protokol keselamatan.”

Diduga Dipicu Cuaca Panas

KLH menyebut dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kondisi cuaca panas yang memicu munculnya titik api pada timbunan sampah dan kemudian menjalar. Ketinggian tumpukan sampah di lokasi diperkirakan mencapai sekitar 20–30 meter, sehingga proses pemadaman memerlukan penanganan khusus.

Pihak KLH menyatakan penyebab pasti kebakaran akan diselidiki setelah kondisi darurat berhasil dikendalikan.

Koordinasi dan Langkah Pencegahan

Sebagai langkah pencegahan, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah pada Kondisi Cuaca Panas Ekstrem, yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah.

KLH juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Dalam pernyataan yang sama, KLH memberikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang yang telah bekerja sejak awal kejadian, serta kepada BNPB yang memperkuat operasi pemadaman melalui dukungan personel dan water bombing.