PPSI — Seorang vloger berinisial FF ditilang saat mengendarai motor Rx King di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Petugas lalu lintas menahan kendaraan setelah menemukan kejanggalan pada pelat nomor yang terpasang.
Dalam rekaman yang beredar, petugas meminta pemeriksaan surat-surat kendaraan hingga meminta bukti kepemilikan BPKB. Vloger tersebut sempat mengajukan permintaan agar kasus diselesaikan secara “damai”, tetapi tawaran itu ditolak.
Kronologi Penindakan
Petugas yang menghentikan pengendara adalah Aiptu Dulyani. Menurut Dulyani, awal pemeriksaan berawal dari kecurigaan bahwa pelat nomor pada motor Rx King tersebut bukan untuk sepeda motor melainkan pelat mobil.
Dulyani menjelaskan pelat yang terpasang bertuliskan “F 47 MI” yang menurutnya merupakan format pelat mobil, sehingga petugas menghentikan kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan Surat-Surat
Ketika diminta menunjukkan dokumen, pengendara tidak membawa STNK, SIM, maupun KTP. Petugas kemudian menahan kendaraan dan meminta agar BPKB dibawa ke lokasi untuk verifikasi.
“Jadi awal disetop itu dia nggak bawa surat-surat. Adapun BPKB itu, diantar saudaranya ke lokasi, untuk ditunjukkan. Jadi proses penyetopan dan menunjukkan BPKB itu ada jeda ya. Dia saya setop, motor ditahan, terus saudaranya datang bawa BPKB dan lainnya, itu yang sebenarnya,” kata Dulyani.
Tawaran Damai Ditolak
Selama proses penilangan, vloger yang merekam kejadian dengan kamera di dada sempat mempertanyakan kebutuhan BPKB dan menyatakan tidak mengetahui harus membawa dokumen tersebut saat ditilang.
“BPKB perlu juga? Kirain kalau ditilang nggak perlu BPKB,”
Dulyani mengatakan FF beberapa kali meminta agar perkara diselesaikan secara damai dan menawarkan uang, namun permintaan itu tidak dipenuhi. Penilangan tetap dilanjutkan setelah verifikasi dokumen.
“Ujungnya tetap ditilang, ditilang. Saat saya mau ditilang itu kan, dia kan bisikin ke saya, Pak damai saja, kata dia. Nah di tengah-tengah proses penilangan itu dia minta damai, ada sebanyak tiga kali dia minta damai, saya bilang nggak usah,” ujar Dulyani.
Ikuti PPSI
