PPSI — PT Pegadaian bersama Universitas Andalas menyerahkan hasil riset komprehensif tentang pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang.
Dokumen yang diserahkan berisi model mitigasi bencana berbasis masyarakat yang diharapkan meningkatkan kapasitas ketahanan komunitas pesisir dan menjadi rujukan untuk implementasi di daerah rawan bencana lain.
Model Mitigasi Berbasis Komunitas
Riset kolaboratif itu memuat sebuah cetak biru (blueprint) yang mengintegrasikan lima instrumen utama. Kelima instrumen tersebut adalah teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur evakuasi, serta edukasi masyarakat yang disertai simulasi kebencanaan mandiri.
Menurut pernyataan dari Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan Pegadaian, Ismail Ilyas, riset ini bertujuan menjadikan kajian akademis sebagai solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa.
“Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa,”
Ismail menyatakan harapannya model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan masyarakat Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional.
Peran Masjid dan Pendekatan Kultural
Salah satu terobosan utama adalah pengoptimalan fungsi masjid sebagai shelter sementara, pusat kendali informasi, dan ruang koordinasi saat krisis. Pendekatan ini disesuaikan dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Sumatera Barat, yang menempatkan masjid pada posisi sentral dalam struktur sosial dan budaya komunitas.
Dukungan Akademis dan Pemerintah Daerah
Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, menyampaikan apresiasi atas dukungan pendanaan dan fasilitas dari pihak yang terlibat dalam pelaksanaan riset.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pegadaian (Persero) yang telah memberikan kepercayaan, dukungan pendanaan, serta fasilitas penuh terhadap pelaksanaan riset ini. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran akademis pertiwi dan kepedulian sosial dunia usaha mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penguatan keselamatan publik,”
Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut mengapresiasi inisiatif tersebut dan meminta masyarakat memanfaatkan hasil riset secara optimal, khususnya warga di daerah pesisir seperti Pasie Nan Tigo.
“Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Semakin siap masyarakat, maka semakin besar peluang kita bertahan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa saat bencana terjadi,”
Hilirisasi Riset dan Bantuan Fisik
Selain penyerahan blueprint, riset ini juga disertai bantuan perangkat pendukung sistem peringatan dini buatan lokal yang mudah dirawat oleh warga. Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh komunitas setempat.
Pihak penyelenggara menyatakan akan terus memperkuat sinergi antara dunia usaha, akademisi, pemerintah daerah, media, dan komunitas masyarakat guna membangun budaya sadar bencana yang tangguh, tanggap, dan berkelanjutan.
Ikuti PPSI
