— Operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Tiga anggota kepolisian tewas setelah mendapat perlawanan dari terduga pelaku dan kelompoknya ketika melakukan penggerebekan dini hari.

Insiden berlangsung pada Rabu (1/7) sekitar pukul 01.00 WIB saat tim Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi menjalankan operasi terkait peredaran sabu di lokasi tersebut.

Kronologi Penggerebekan

Tim penyidik yang berjumlah 12 personel dibagi menjadi dua; satu unit mendatangi rumah target, sementara tim lain standby di dekat sebuah SMP tak jauh dari lokasi. Saat petugas memperkenalkan diri dan mengamankan target, seorang laki-laki tiba-tiba menyerang dengan parang namun dapat dilumpuhkan.

Beberapa saat kemudian muncul dua orang lain yang juga membawa parang dan menyerang ke arah Kasat Narkoba AKP Affan. Aiptu Sumaryanto sempat melepaskan tembakan peringatan, namun pelaku tidak menghentikan aksinya sehingga tembakan balik terpaksa dilakukan.

Keluarga terduga pelaku dilaporkan memprovokasi warga sehingga terjadi perlawanan terhadap aparat saat itu.

Korban Dan Proses Pencarian

Dalam peristiwa itu, Aiptu Anumerta Yudhi dilaporkan meninggal dunia. Dua anggota lain, Bripda Nopandri dan Aipda Sumaryanto, sempat dinyatakan hilang setelah kejadian.

Direktur Narkoba Polda Kalteng Kombes Slamet Ady membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. “Benar informasi tersebut dan kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” kata Kombes Slamet.

Pencarian intensif dilanjutkan dan salah satu anggota yang hilang, Bripda Nopandri, ditemukan meninggal dunia. Brigjen Eko Hadi Santoso dari Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menegaskan kejadian ini menjadi perhatian serius Bareskrim.

“Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Brigjen Eko, yang juga menyebut koordinasi dengan Polda Kalteng dan Polres Katingan terus dilakukan.

Aiptu Sumaryanto kemudian ditemukan tewas di sungai Desa Tumbang Kalemei. Tim pencarian yang terdiri dari personel Polda Kalteng, Kodim 1019/Ktg, Basarnas, dan masyarakat menemukan jenazah saat menyusuri sungai dan kawasan hutan pinggir sungai pada pagi hari.

Jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB dan selanjutnya dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangka Raya.

Langkah Penegakan Hukum

Brigjen Eko mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada polisi untuk membantu proses penyelidikan dan pengejaran. Pihak kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti setiap informasi yang masuk.