PPSI — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan rencana memperkuat peran koperasi desa sebagai solusi pasar bagi petani dan nelayan. Koperasi Desa Merah Putih dirancang berfungsi sebagai off-taker untuk membeli hasil tangkapan dan panen, sehingga petani dan nelayan memperoleh kepastian harga.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat rapat koordinasi nasional sektor kelautan dan perikanan di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026). Ia menyoroti praktik tengkulak yang menekan pendapatan nelayan, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Tujuan dan Mekanisme Koperasi Desa
Zulhas menjelaskan konsep Koperasi Desa Merah Putih berakar dari upaya pemberdayaan ekonomi di tingkat desa. Menurutnya, koperasi ini bukan dimaksudkan sebagai supermarket, melainkan institusi lokal yang membeli langsung dari produsen untuk disalurkan ke masyarakat.
“Konsep Kopdes itu, Pak Presiden ingin ekonomi ini tumbuh di desa, intinya pemberdayaan,” kata Zulhas. Ia menambahkan gagasan pembangunan koperasi di 80.000 desa merupakan inisiatif Presiden yang didukung lewat instruksi presiden dan pelibatan Agrinas Pangan bekerja sama dengan TNI.
Fungsi Off-Taker dan Penyaluran Bantuan
Zulhas menegaskan fungsi utama Kopdes Merah Putih sebagai off-taker untuk kepentingan desa, termasuk koperasi nelayan yang membeli ikan dari pembudidaya dan nelayan. Dengan begitu, pemerintah berharap keberadaan tengkulak diminimalkan.
Selain membeli hasil produksi, koperasi desa akan menjadi kanal penyaluran bantuan pemerintah. “Nanti Kopdes itu yang akan menyalurkan PKH. PKH, Pak, beras 10 kilo, itu nanti Kopdes,” ujar Zulhas. Ia menyebut bantuan seperti alat pertanian dan traktor juga akan dikelola lewat koperasi agar pemanfaatannya lebih merata.
Menurut Zulhas, keberadaan Kopdes juga berperan sebagai infrastruktur pemerintah untuk stabilisasi kebutuhan pokok. Ia mencontohkan saat harga di satu provinsi naik, distribusi melalui koperasi dapat menjadi salah satu solusi selain operasi pasar.
Fokus Pada Sumber Protein dan Kampung Nelayan
Zulhas menyatakan program tahun ini fokus pada penyediaan protein, termasuk pengembangan Kampung Nelayan. “Kedua, dia off-taker, gitu, off-taker, Pak. Itu kebijakan-kebijakan mendasar yang dibuat oleh Pak Prabowo, dan kami tahun ini memang fokus kepada protein, termasuk Kampung Nelayan dan lain-lain tadi,” ujarnya.
Dengan model tersebut, pemerintah berharap koperasi desa tidak hanya sebagai pembeli hasil produksi tetapi juga pengelola bantuan dan distribusi, sehingga manfaat kebijakan ditempatkan langsung di tingkat desa tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang.
Ikuti PPSI
