— Pemerintah menyatakan proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) menunjukkan perkembangan penting setelah mendapat dukungan dari sejumlah anggota, termasuk Inggris.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah aksesi dimaksudkan untuk memperluas akses pasar internasional, mendorong investasi, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional serta global.

“CPTPP ini merupakan perjanjian perdagangan antar ekonomi. Ketentuan-ketentuan dalam CPTPP secara umum sudah kita sepakati di berbagai perjanjian internasional seperti dalam kerangka WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD. Maka itu, kita hanya memerlukan beberapa penyesuaian peraturan perundang-undangan untuk memenuhi komitmen di CPTPP,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Langkah Diplomasi dan Pengumuman Resmi

Menurut Airlangga, perkembangan proses aksesi ditandai dengan pengumuman pada Pertemuan Komisi CPTPP ke-10 yang berlangsung virtual pada 26 Juni 2026. Para menteri sepakat memulai diskusi persiapan bersama Filipina, Indonesia, dan Uni Emirat Arab.

Tahapan awal ini menjadi persiapan sebelum pembentukan Accession Working Group (AWG) sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan penuh CPTPP.

Dukungan Inggris dan Kemitraan Ekonomi

Airlangga menyebut Inggris konsisten mendukung usaha Indonesia untuk bergabung dengan CPTPP. Dukungan itu tercermin lewat penandatanganan Indonesia-United Kingdom Economic Growth Partnership pada 19 Januari 2026 oleh Airlangga dan Secretary of State for Business and Trade Inggris Peter Kyle.

“Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut (EGP) merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” kata Airlangga.

Progress Regulasi dan Target Keanggotaan

Pemerintah mencatat telah menyelaraskan regulasi domestik pada 22 bab ketentuan CPTPP dan menyerahkan questionnaire aspirasi kepada Pemerintah Selandia Baru sebagai depository country pada 12 Mei 2025. Target pemerintah adalah menjadi anggota penuh pada 2027.

Airlangga menegaskan prioritas tetap pada jalur multilateral melalui CPTPP karena dinilai memberi akses pasar lebih luas serta mendukung sistem perdagangan yang berbasis aturan. Namun, Indonesia juga membuka kemungkinan membentuk perjanjian bilateral, termasuk FTA dengan Inggris, jika negosiasi multilateral memakan waktu panjang.

Manfaat Ekonomi yang Diharapkan

Keanggotaan CPTPP diharapkan membuka akses pasar bagi produk ekspor, meningkatkan arus perdagangan dan investasi, serta memperkuat integrasi rantai nilai. Sektor usaha diharapkan mendapat manfaat dari prosedur kepabeanan yang lebih sederhana, aturan perdagangan digital modern, perlindungan investasi, hak kekayaan intelektual, dan penerapan rules of origin yang mendukung integrasi rantai pasok.

Bagi masyarakat, keanggotaan diperkirakan memberi pilihan produk yang lebih beragam dan harga lebih kompetitif.

Reformasi Domestik dan Agenda Pemerintah

Sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto, proses aksesi juga dimaknai sebagai momentum memperkuat reformasi regulasi dan penyederhanaan ketentuan untuk meningkatkan kemudahan berusaha, termasuk bagi UMKM.

Selain mendukung aksesi CPTPP, kerja sama Indonesia-Inggris melalui Economic Growth Partnership juga difokuskan pada sektor energi bersih, pengembangan industri semikonduktor, pendidikan tinggi, ekonomi digital, dan pengembangan sumber daya manusia.

Inggris juga memberikan dukungan teknis serta dialog kebijakan untuk membantu proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), sebagai bagian dari agenda reformasi ekonomi nasional.

Pemerintah menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan negara anggota CPTPP dan melanjutkan tahapan aksesi agar proses keanggotaan berjalan sesuai target. “Indonesia bukan negara pertama di ASEAN, tetapi Vietnam, Brunei, Malaysia, dan Singapura sudah menjadi anggota ekonomi CPTPP. Tentunya kita berharap sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan sebagai satu-satunya negara G20 di ASEAN bahwa keanggotaan CPTPP di Indo-Pasifik ini akan memperkuat posisi Indonesia,” pungkas Airlangga.