PPSI — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menonaktifkan sementara dua titik bus stop Biskita di Jalan Raya Tajur-Ciawi. Langkah ini diambil menyusul protes yang diajukan pengemudi angkutan kota trayek 21.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Doddy Wahyudin, mengatakan penonaktifan bersifat sementara untuk menjaga kondusivitas di lapangan sambil menindaklanjuti aspirasi para pengemudi.
Menurut Doddy, total delapan titik bus stop telah dipasang di sepanjang Jalan Raya Tajur untuk melayani penumpang Biskita Koridor 2 dengan trayek Bubulak–Ciawi. Dari delapan titik itu, dua titik yang diputuskan dinonaktifkan adalah Wangun dan Biotrop.
“Betul, ada dua titik bus stop yang kita nonaktifkan dulu, untuk sementara,”
Doddy menyatakan keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif serta merespons tuntutan pengemudi angkot trayek 21.
Sebelumnya, ratusan pengemudi dan pemilik angkot mendatangi kantor Dishub Kota Bogor untuk menyampaikan keluhan. Menurut catatan Dishub, ada sekitar 100 orang yang hadir dalam aksi tersebut.
Para pengemudi menuntut delapan bus stop yang dipasang dalam dua hingga tiga bulan terakhir agar dinonaktifkan. Mereka mengeluhkan penambahan titik pemberhentian bus tersebut berdampak pada penurunan pendapatan.
Doddy juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan sekitar 85 bus stop di berbagai lokasi, termasuk di koridor 2 yang menjadi lintasan trayek angkot 21.
“Dari sejumlah tuntutan yang disampaikan terkait penonaktifan 8 bus stop, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan hanya mengakomodasi dua titik bus stop (dinonaktifkan), yaitu Wangun dan Biotrop,”
Ikuti PPSI
