PPSI — Rumah seorang pengacara bernama Sulardi di Ciracas, Jakarta Timur, dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal pada Kamis dini hari. Sulardi menduga serangan itu berkaitan dengan perkara sengketa lahan yang sedang ditanganinya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Sulardi mengatakan putusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap untuk kasus lahan tersebut, dan tim kuasa hukum sedang berupaya mengembalikan hak kliennya atas tanah yang disengketakan.
Kronologi Kejadian
Sulardi menjelaskan awal dugaan keterkaitan perkara dengan serangan itu. “Kalau dugaan saya itu ada kaitan sengketa lahan itu di Kebon Jeruk itu. Saya demi membantu ya masyarakat yang punya hak kemudian haknya itu dikuasai orang lain gitu lho,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (5/7/2026).
Ia menegaskan putusan pengadilan sudah inkrah dan pihaknya tengah mencoba mengambil kembali penguasaan tanah klien. “Putusan sudah inkrah, kemudian kita mencoba untuk menguasai tanah milik klien saya bersama teman-teman, kan gitu. Ceritanya masalahnya itu aja. Awalnya insyaallah seperti itu,” kata Sulardi.
Kecurigaan Tetangga Sebelum Insiden
Sulardi mengungkap ada tanda-tanda mencurigakan beberapa hari sebelum pelemparan. Pada Senin (29/6), tetangga memperhatikan orang yang mondar-mandir di sekitar rumah dan menilai mereka tak dikenal.
“Itu hari Senin malam itu ya memang ada pihak-pihak yang dicurigai oleh tetangga-tetangga itu, oleh teman-teman yang pada nongkrong di depan itu mencurigailah itu bukan orang lama, orang baru gitu lho, orang asing,” ujar Sulardi. Ia menambahkan pihak yang dicurigai sempat bertanya-tanya kepada warga setempat.
Detik-detik Saat Terjadi
Sulardi menceritakan dia bangun sekitar pukul 02.15 WIB untuk salat dan mendengar teriakan tetangga setelah ada yang melempar molotov. “Nah, kemudian pas kebetulan saya bangun jam 02.15 WIB ya, jam 02.15 itu setelah saya mau persiapan mau mandi, ternyata ada yang teriak-teriak dari luar, manggil-manggil. ‘Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji’. Nah, kemudian saya keluar. Begitu saya keluar kok ada api menyala,” katanya.
Akibat lemparan, bagian bawah gerbang rumah terbakar. Sulardi menyebut api berhasil dipadamkan dan tidak merembet lebih luas. “Hanya pintu gerbang aja, pintu gerbang (terbakar) terkena pintu gerbang. Cuma karena minyaknya itu di bawah, yang terbakar itu bagian bawah,” ungkapnya.
Penanganan Polisi
Polisi menyelidiki kasus pelemparan itu dan sedang menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku. “Iya, tentu polisi melakukan pengecekan CCTV di lokasi tersebut,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, saat dimintai konfirmasi.
Made Budi menyebut dua orang saksi telah diperiksa. Menurut keterangan saksi di tempat kejadian, tindakan diduga dilakukan oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor membawa botol berisi bahan yang diduga bom molotov.
Ikuti PPSI
